Membaca Peluang Perang Indonesia – Malaysia

Akankah Indonesia – Malaysia berperang? Jawabannya sangat mungkin. Selama ini negeri Ipin-Upin itu teridentifikasi banyak melakukan tindakan-tindakan yang saat ini dinilai telah menginjak-injak harga diri Indonesia.

Terakhir, pejabat pemerintah dari DKP di-“barter” dengan perompak ikan asal Malaysia dan dalam negosiasi teridentifikasi mereka diperlakukan sama dengan penjahat. Sebelumnya, banyak kasus-kasus yang membakar emosi anak bangsa khususnya menyangkut perlakuan terhadap TKI.

Tunggu dulu! Keputusan untuk berperang tidak semudah yang dibayangkan oleh para politikus aktif atau yang sudah non aktif atau yang dipikirkan oleh aktifis yang mengatasnamakan cinta tanah air. Berperang adalah pilihan sulit dan seringkali menjadi pilihan terakhir.

Berperang sungguh bukan lagi soal berani atau tidak berani. Orang berani memang lebih mungkin untuk berperang. Tapi orang takut juga akan berperang agar terbebas dari hidup dalam ketakukan.

Berperang juga bukan hanya sekedar soal hitung-hitungan kekuatan. Banyak kasus perang memang diawali oleh negara dengan daya dukung tempur yang lebih kuat. Sebaliknya, mereka yang hanya memiliki persenjataan alakadar juga mampu menjadi petempur yang lihai.

Kata orang, ada banyak alasan kenapa dua negara atau lebih memutuskan untuk berperang, tapi hanya ada satu alasan kuat mengapa perang terjadi, yakni soal kedaulatan. Selebihnya hanya alasan tambahan dan sebagai daya dorong perang terjadi. Semakin banyak alasan tambahan maka semakin panas situasi dan semakin panas situasi maka semakin cepat terjadinya perang.

Pada akhirnya keputusan perang ada di tangan presiden. Pertanyaannya, apakah SBY akan memilih jalan perang untuk mengakhiri apa yang disebut keangkuhan Malaysia?

Jika melihat sosok SBY sebagai militer tentu saja kemungkinan untuk memutus berperang sangat mungkin. Tapi karena alasan latarbelakang itu juga bisa jadi SBY tidak akan memilih jalan perang karena beliau sangat tahu kapasitas sumberdaya tempur Indonesia. Apalagi jika melihat SBY dalam kapasitas politikus yang sejak awal sudah mencitrakan diri sebagai sang demokrat. Jarang sekali ada kasus seorang pemimpin dari demokrat menjadi inisiator perang.

Karena itu, tidak salahnya  jika ada pertanyaan balik kala diajukan pertanyaan, “Seberapa besar peluang Indonesia – Malaysia berperang?” Pertanyaan balik itu adalah “Apa berani Indonesia berperang?” Saya yakin ini hanya pertanyaan balik yang disampaikan dalam konteks bercanda tapi pada saat yang sama saya justru mulai bertanya, “Jangan-jangan Malaysia sudah memerangi Indonesia. Jangan-jangan Malaysia sudah berhasil merebut beberapa titik teritori Indonesia minimal di bidang budaya dan lapangan kerja.”

Entahlah???!!!

Sumber: kompasiana

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: