Nafsu Musuh Menggulingkan Pak Beye

Akhir-akhir ini, semakin banyak saja yang bersepakat dan bergabung untuk menggulingkan pak beye. Ragam strategi sudah disusun. Mulai dari strategi bergaya tingkat tinggi sampai strategi tingkat rendahan. Mulai dari strategi bergaya militer sampai strategi yang mengadopsi gaya teroris.

Dari ragam, jenis, dan bentuk strategi yang ada sebahagiannya sudah dicoba. Ada yang nampaknya berhasil, tapi ada juga yang masih sangat lemah. Dan dari segi jumlah, golongan, asal, dan kalanganpun tampaknya semakin konplit dukungannya.

Tidak itu saja. Peta kekuatan pak beye pun sudah diidentifikasi. Mulai dari pihak-pihak yang mendukung, kekuatan pendukung, sampai dengan kemungkinan adanya dukungan klinik, sudah diketahui. Juga sudah diketahui kebiasaan-kebiasaan dari pak beye yang senantiasa senang memperhatikan semuanya dengan rinci dan detail.

Begitu juga dengan peta kelemahan pak beye, juga sudah diketahui. Ukuran, jenis, harga baju sudah diketahui. Kemana saja pak beye berpergian juga sudah didapatkan informasinya. Bahkan, bagaimana cara pak beye melewati jalan pun sudah dibuatkan peta detainya.

Lebih dari itu, juga sudah beberapa kali dibuat latihan untuk memastikan objek sasaran tidak meleset dari bidikan. Sejumlah aksi kecil dari berbagai pihak, juga sudah dilakukan seperti publikasi artikel tentang pak beye, aksi-aksi demo, dan juga aksi penggalangan dukungan.

Sekarang, semua tingkah laku pak beye menjadi sangat diperhatikan. Sedikit saja ada kesalahan langsung dijadikan sasaran yang diekpresikan dengan berbagai cara. Bukan hanya kesilafan, kekeliruan, dan kesalahan yang diperhatikan tapi juga perubahan-perubahan yang terjadi. Malah ada yang secara khusus memperhatikan tahi lalat, plat mobil, angka-angka, dan lain yang mungkin. Singkatnya, semua dicatat dan bisa jadi dianalisa.

Lantas, bagaimana dengan pak beye sendiri?

Jauh-jauh hari memang tidak ada yang berubah dengan pak beye. Semua dijalaninya sebagaimana kebiasaannya dan terus saja melakukan segala sesuatu sebagaimana biasanya. Jika pun ada yang berubah, itu perubahan yang dipandang perlu.

Kemanapun pak beye mau pergi pasti dipenuhi dan pak beye pun menjalaninya dengan senang hati. Di kawal sudah pasti karena memang seharusnya pak beye dikawal. Apapun yang diminta oleh pak beye dipenuhi karena memang itu diperlukan oleh pak beye, termasuk kebutuhan baju koko untuk pak beye.

Memang, kalau soal baju pak beye agak ribet alias milih-milih. Harus rapi dan harus sering diganti. Tapi bukan hanya soal kerapian baju saja. Hal-hal lain pun diminta untuk selalu diperhatikan. Terutama soal sisir rambut belah sampingnya. Tidak boleh tidak meski nantinya juga ketutup dengan topi.

Soal ribut-ribut diluar sama sekali tidak menjadi pusat perhatian dari pak beye. Dulu saja, waktu awal-awal sudah tidak kurang banyak masalah. Dan, pastilah di masa kedua ini tidak kurang masalah yang dihadapi.

Karena itu pak beye tidak banyak ambil pusing dan lebih fokus menjalani masa akhir ini. Meski begitu, bukan berarti dia tidak mengetahui keadaan yang ada. Orang dekatnya pastilah sesekali memberitahu keadaan dan suasana di luar sana. Hanya saja apakah informasi yang disampaikan seperti fakta adanya atau asal pak beye senang, ini yang jadi misteri.

Kali ini suasana sedikit agak tegang. Ini ada kaitannya dengan rencana pak beye untuk mengganti sejumlah pembantunya. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh lawan utamanya guna memasukkan “orang” nya untuk bisa menjadi pembantu pak beye. Minimal, dapat mengorek keterangan, mengintip kesalahan, dan membisikkan kepentingan serta menarik keuntungan dari sang pembantu.

Pak beye pun bukan tidak tahu keadaan ini. Karena itu pak beye mengambil sikap hati-hati dalam memilih. Meski dia bisa dan mudah saja dalam menetapkan pilihan namun dia tidak mau juga sampai salah pilih. Pak beye tahu kalau musuh utamanya masih saja marah meski sudah ditawarkan berbagai konsesi.

Hari ini pak beye memutuskan untuk tidak kemana-mana. Pak beye sudah mengutus orang kepercayaannya untuk mengurus yang perlu diurus. Pembantu-pembantunya pun tidak dipanggil untuk keperluan pengawalan atau untuk keperluan lainnya.

Hari ini pak beye lebih memilih bermain dengan cucu-cucunya.

“Kek..,,nyanyi yok!”

“Bukan kakek tidak mau. Tapi hari ini mulut kakek tidak enak. Kamu saja ya yang nyanyi. Kakek tepuk-tepuk tangan saja.”

“Kek beye nggak asyik! Ayo, dong kek!”

“Kamu kok panggil kek beye sih? Gara-gara kamu semua panggil kakek sekarang dengan pak beye. Nama kakek itu Burhan Jailani. Disingkat BJ. Bukan beye. Jangan panggil kek beye lagi ya!”

“Kek.. Kek beye. Ayo dong, nyanyi!”

Kalau sudah begini, pak beye jadi teringat istri pertamanya yang sangat pinter nyanyi. Kalau hatinya sedang susah pak beye dan istri pertamanya pasti bernyanyi bersama. Sayang sekarang istri pertamanya justru sudah menjadi musuh utamanya yang sangat ingin menjatuhkannya sejak ia memutuskan menikahi perempuan yang lebih muda.

Pak beye jadi sedih sendiri apalagi setelah kakinya sakit dan dianjurkan untuk menggunakan kursi roda dan jika mau kemana-mana harus selalu dikawal. Bukan hanya sedih tapi juga kecut karena istri tuanya sangat bernafsu untuk “menggulingkannya” bahkan dengan cara mengajak saudara dan dukungan pihak lain dengan alasan dialah yang telah mengorbitkan pak beye hingga jadi kaya raya seperti sekarang ini.

Duh nasib!?

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Komentar

  • Geri achmad  On Desember 13, 2010 at 6:06 pm

    Hehehehe….Sebelum Pak Beye mendapatkan apa yg dia nikmati skrg,dia juga melakukan hal yg sama koq…bahkan lbh licik dan sadis. Sebenarnya tidak ada yg mau menggulingkan Pak Beye…Pak beye sendiri yg mau menggulingkan dirinya.krn ” guling “nya sdh tidak mau lagi di peluk saat tidur. Nah..karena terlalu sering menggulingkan orang maka skrg Pak Beye jadi Paranoid alias Linglung…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: