Menantang Tim Sukses Kandidat, Mau?!

Kali ini kita akan mengajukan satu pertanyaan ringan. Bisakah tim pemenangan kandidat merumuskan kegiatan pemenangannya yang menguntungkan rakyat di Pilkada Aceh 2011?

Pertanyaan ini wajar. Sebab, hati dan pikiran rakyatlah yang ingin diraih semasa musim Pilkada tiba. Semua kandidat pasti berusaha (dengan berbagai strategi) untuk satu tujuan, yakni rakyat pemilih mau mencontreng namanya di bilik suara. Kalau begitu bukankah sangat wajar manakala seluruh modal politik pada musim Pilkada diberikan kepada rakyat, semestinya.

Selama ini, semua sumberdaya yang dimiliki oleh kandidat bersama pendukungnya lebih banyak dihabiskan untuk belanja riset politik, belanja iklan, belanja alat-alat kampanye, dan belanja salon ditambah dengan belanja dukungan politik partai atau belanja tim pendukung serta belanja relawan dan liputan wartawan. Rakyat pemilih? Kalaupun ada kebagian hanya dibelanja KTP, ongkos transport fokus group discussion, pertemuan, dan kampanye ditambah baju dan sarung, minimal satu.

Bisakah belanja politik di atas didayagunakan untuk rakyat dalam bentuk gelar kegiatan pro rakyat? Pasti jawabannya rumit, tidak efisien, tidak terukur, dan bisa jadi itu masuk dalam katagori money politic. Aneh memang, jika untuk rakyat semua mesti punya ukurannya. Sebaliknya, ukuran kepemimpinan untuk rakyat terus saja absurt, abstrak, dan super panjang. Kalau kegiatan untuk rakyat itu money politic.Tapi,kalau untuk iklan yang umumnya “mengecoh” rakyat itu disebut marketing politik. Manis namanya, busuk akibatnya. Miris!

Bisakah? Bagi kandidat yang memang memiliki visi masa depan dan pro rakyat pasti langsung menjawab “bisa” karena sudah pasti akan terbayang sebuah program yang tidak hanya berfungsi jangka pendek (untuk masa Pilkada) tapi juga jangka panjang karena memang program itu dibutuhkan rakyat dan pemerintah. Program untuk rakyat dan mencerdaskan bukanlah politik uang karena program sifatnya memicu kreativitas dan membangun solusi sedangkan bagi-bagi uang mematikan kreativitas. Sungguh, iklan yang menipu jauh lebih bahaya dari gelar lomba promosi gampong di masa Pilkada.

Mari kita tunggu munculnya kandidat kreatif, bervisi, dan mencintai rakyatnya.

Berhati-hatilah…..

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: