Mencari “Alamat Politik” Swing Voters di Pilkada Aceh 2011

Dalam setiap Pilkada sudah lumrah semua kandidat berlomba mencari tahu siapa dan dimana alamat para pemilih mengambang berada. Tim kandidat A misalnya, pasti berusaha bertemu dan mencari tahu apa keinginan pemilih yang belum menentukan pilihan ini karena menjawab keinginan mereka adalah satu-satunya cara untuk membuat para swing voters tidak menjadi golputers, dan lebih penting lagi mau memilih kandidat A.

Maka tidak heran jika banyak riset-riset perilaku pemilih dilakukan selama masa musim Pilkada, dan bisa jadi berkali-kali. Dari riset inilah akan ditentukan strategi untuk menarik perhatian (1) mereka yang baru menjadi pemilih dan belum memiliki pijakan politik,  (2) mereka yang hanya mau memilih karena kandidat mampu memecahkan persoalan dan atau menjawab kebutuhan masa depan mereka, dan (3) mereka yang cuek dengan soal kepemimpinan akibat perilaku politik sebelumnya atau karena mereka lebih fokus menentukan nasib sendiri dan keluarganya ketimbang menentukan nasib politik bagi orang lain meski bagi orang pintar selalu mengatakan “suara anda menentukan masa depan bangsa.”

Hampir semua tim sukses kandidat tidak akan membuang waktu untuk bertemu dan berdiskusi dengan pemilih tradisional (yang sudah menentukan pilihannya bahkan sebelum Pilkada di gelar) atau bertemu dengan pemilih psikologis (yang sudah menjadi anggota partai politik atau teman dekat atau kerabat kandidat independen).  Bagi kandidat yang lebih berani dan bernyali mungkin akan berusaha mendekati pemilih radikal yang sudah memiliki indicator kepemimpinan dari hasil pendidikan politik yang pernah diikutinya. Selebihnya, kandidat dan tim sukses lebih nyaman bertemu dengan pemilih pragmatis yang lebih cenderung memilih konpensasi atau pemilih yang masuk dalam katagori pemilih pemula, pemilih rasional dan atau pemilih cuek karena bisa didekati melalui iklan dan pencitraan.

Maka tidak heran jika di musim Pilkada banyak sekali “Tukang Sulap Politik” yang bertugas membangun Branding Kandidat mulai dari metode poles wajah sampai dengan poles pesan-pesan politik. Pada musim Pilkadalah waktu yang tepat untuk menyaksikan perubahan drastis semua kandidat, dari manusia biasa  menjadi manusia dewa. Sebagai sebuah tontonan tentu sangat menarik tapi sungguh semua ini sangat tidak berguna sebagai sebuah tuntunan.

Sayangnya, apapun analisis dan penilaian ahli terhadap cara kerja marketing politik tetap saja hasil kerja mereka yang “menghalakan segala cara manipulasi” tetap saja memberi pengaruh. Minimal, informasi yang berasal dari saluran media massa bisa menjadi bahan bahasan para vote gatter dalam mempengaruhi para pemilih. Memang jumlah vote getter sebagai orang atau pihak yang memiliki kemampuan mempengaruhi tidak banyak. Namun, karena jumlah mereka yang mudah dipengaruhi jauh lebih banyak maka “obrolan-obrolan” para vote getter akan menjadi bahan pertimbangan yang bisa menjadi penentu pilihan pemilih, khususnya saat berada di bilik suara.

Pertanyaannya, dimanakah alamat politik swing voters di Aceh yang segera memasuki musim Pilkada 2011?  Jangan bertanya ke Kandidat Centre. Pasti rahasia. Kemana juga? Ke pelaku riset politik? Tepat sekali. Bertanyalah kepada mereka karena mereka akan menjawab dengan dasar 400-an sample dari 3 juta lebih pemilih. Tapi jika sudah ada kontrak kerja pendampingan politik Anda sebagai kandidat  hehehe.  Jika masih penasaran tunggu saja pada musim Pilkada tiba karena dari sanalah banyak temu pers yang melukiskan persentase swing voters…halaghhh

 

 

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: