3 Pikiran Sesat Tim Sukses, WASPADALAH!

Tim sukses kandidat mestinya kumpulan individu yang berbeda untuk melakukan tugas yang berbeda untuk satu tujuan, memenangkan kandidat yang diusung dalam suatu pemilihan.

Menang dilihat dari waktu dan prosesnya ada dua tingkatan. Pertama, menang dalam artian berhasil merebut perhatian orang ramai, orang bersetuju atau mendukung apa yang ditawarkan, mau diajak serta (berpartisipasi), dan merasa senang dengan ide dan kegiatan yang dibuat kandidat. Kedua, menang dalam arti dipilih dan mendapat suara terbanyak melebihi kandidat lainnya.

Idealnya, kemenangan tingkatan kedua karena konsekuensi kemenangan pertama. Tapi dalam politik, belum tentu yang disenangi dan diikuti akan dipilih. Ada banyak fakta politik membuktikan orang yang popoler (artis misalnya) tidak dipilih meski dia sangat diantusiasi dalam semua kampanyenya.

Dengan begitu, pikiran sesat pertama yang harus diawasi dari tim sukses adalah TERLALU CEPAT MENDEKLARASIKAN KANDIDATNYA.

Kandidat yang terlalu cepat di deklarasikan umumnya terjebak dalam biaya politik tinggi. Untuk menggapai kemenangan dibutuhkan tambahan biaya tidak sedikit berhubung sejak beberapa bulan sebelum deklarasi kandidat sudah harus mengeluarkan uang yang banyak dan akan terus mengeluarkan uangnya setelah dideklarasikan. Deklarasi tidak sama dengan komitmen mendukung. Deklarasi sifatnya publisitas dan komitmen mendukung adalah komitmen diri atau lembaga atau kelompok yang belum diketahui publik. Untuk kandidat yang diusung lewat jalur independen harus sangat berhati-hati karena biaya akan ditanggung sendiri dan atau melalui calo politik yang siap “menerkam” kandidat jika terpilih nantinya.

Pikiran sesat kedua yang harus diawasi dari tim sukses yang kerap menggoda kandidat adalah memainkan “POLITIK DUKUNGAN” atau yang dulu disebut “politik surat tupee.” Pernyataan dukungan tentu sangat menggoda kandidat tapi tidak ada satu bukti ilmiah yang menyatakan bahwa semakin besar pernyataan dukungan maka semakin besar peluang kemenangan. Kemenangan model ini biasanya ditentukan oleh kekuasaan yang otoriter. Dalam praktek dibawah tanah terbukti kalau “politik surat tupee” lebih banyak dipakai untuk mendapat keuntungan finansial belaka. Kandidat memainkan ini untuk mencari sponsor atau tim sukses sendiri yang sedang menjadikan ini sebagai “proposal anggaran.”

Pikiran sesat ketiga yang juga harus diwaspadai adalah SARAN UNTUK MENYERANG KANDIDAT LAIN. Artinya, jika ada tim sukses yang menyarankan untuk menyerang kandidat lain oleh kandidat sendiri maka itu satu kesalahan fatal dan sifatnya sangat spekulatif. Semua ahli pemenangan kandidat tidak menyarankan untuk menyerang kandidat lain. Saran utama terkait kandidat lain adalah agar tim sukses memahami “keagungan insani” semua kandidat lainnya agar bisa menemukan “keagungan insani” kandidat sendiri.

Jika siapa saja yang menemukan salah satu atau ketiga hal ini maka anda berkewajiban untuk mengatakan secara terus terang kepada kandidat dimaksud agar segera melakukan perombakan tim sukses. Jangan lakukan saran ini jika anda bagian dari orang yang mau “mengorek” kantung kandidat, melihat kandidat jatuh, atau sudah muak ikut politik yang tidak cerdas. WASPADALAH!

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: