Sang Wali

Orang-orang, dari segenap arah penjuru mata angin, terus saja datang, untuk satu tujuan, mendapat berkah dari Sang Wali. Sejak itulah politik wali mulai berkembang dan akhirnya melembaga. Untuk apa lagi jika bukan untuk memastikan agar berkah terus mengalir.

Tampaknya, pemandangan nyaris sama di semua musim. Mereka yang datang sudah cukup bahagia, walau hanya sekedar bisa menatap wajahnya. Tentu akan lebih bahagia jika bisa bertemu. Kata orang, ada cahaya keberkatan, yang memancar dari raut wajah dan suaranya.

Hebatnya, tak ada yang merasa harus marah jika tidak bertemu. Bahkan mereka siap menyalahkan diri sendiri. Malah ada yang memilih untuk tidak bertemu. Soalnya ada isu kalau tidak semua orang mau ditemui oleh Sang Wali. Katanya, orang yang “kotor” tidak akan disalami oleh Sang Wali. Selengkapnya

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: