Akhirnya Gubernur Mengakui Kepada KPK

“Pagi, Pak. Kami dari KPK mau….”
“Sudahlah. Jangan basa-basi lagi. Saya akui saja kalau saya sudah….”
“Pak, saya jelaskan dulu….”
“Sudahlah, saya tidak mau mengelak. Moga ini bisa meringankan hukuman saya. Saya jamin, istri saya tidak tahu apa-apa. Ini semua karena dorongan ‘istri’ sim…”
“Maaf, pak…ini bukan soal istri…”
“Sudahlah. Saya khilaf. Tapi tunggu dulu. Siapa pelapor soal tindakan korupsi saya ini?”
“Pak, kami memang KPK tapi bukan Komisi Pemberantasan Korupsi. Kami dari Koran Pemberantas Korupsi! Kami hanya mau melapor kalau kami mau pulang kampung. Siapa tahu…..”
“Apaaaaaaaaaaa?!”
Belum sempat meraih obat sesak nafas sang gubernur jatuh lemas, dan pingsan.

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: