Category Archives: Admin

Buku peACEHeart – Ayat-ayat Serambi Cinta

Sebuah buku berjudul “peACEHeart – Ayat-ayat Serambi Cinta” karya Risman A. Rachman akan segera diluncurkan. Buku ini merupakan sebuah kitab baten yang dituangkan sebagai tafsir dari kesunyian Sang Pejalan Sunyi.

Image

 

Risman A. Rachman

Pria kelahiran Meulaboh, Aceh ini lebih dikenal sebagai Penulis Mistikus Aceh karena tulisan-tulisannya yang kerap melampaui ruang imajinasi dan baru tertangkap maksudnya manakala dibaca setelah melakukan taharah hati.

Setiap kata yang diuraikannya memiliki cinta dan oleh karena itu, tidaklah mengherankan bila setiap katanya mampu meresap ke setiap jantung dan hati siapa pun yang membacanya. Membuat semua menjadi bergetar dan ruang batin pun terasa penuh.

Ciri khas pemilihan kata dan kalimat serta cara penulisannya merupakan pertanda originalitas pemikiran dan karya yang dihasilkan.

Kata Production merekamnya dan dengan sepenuh cinta mempersembahkannya untuk dunia.

KATAPro

Bisnis Berbadai TD. Pardede di Aceh

Ini peristiwa lama. Tepatnya, peristiwa di tahun1988. Sebuah peristiwa yang sangat dramatis terjadi pada 29 Agustus 1988.

Untuk menemukan gambarannya, saya menarik dan melirik sepenggal catatan Tempo yang ditulis setahun sesudah peristiwa terjadi itu, yaitu tanggal 26 Agustus 1989.

Tempo, 26 Agustus 1989. LHOKSEUMAWE, Aceh Utara, 29 Agustus 1988. Baca lebih lanjut

Surat Cinta untuk Sang Kekaseh

Illustrasi: aptika.blog.uns.ac.id

Pengantar: Di sepanjang hidup, kita sudah banyak atau minimal sudah pernah menulis surat. Kini, saatnya menulis surat untuk Sang Kekasih.

Sungguh, jika dengan menulis surat saja setiap diri bisa mencapai “ekstasi” mencintai-Nya maka jiwa akan menjadi damai jika dicintai dan mencintai Sang Kekasih – Dia yang Rahman dan Dia yang Rahim.

Berikut “Surat Cinta untuk Sang Kekaseh,” yang oleh penulisnya, Risman A Rachman (penulis mistikus Aceh), dipercaya bisa membahagiakan jiwa bagi yang membacanya. Atas izin penulis, admin Kata Institute, kembali mempublikasikan surat ini, untuk satu maksud, berbagi kebahagiaan khusus di hari yang fitri ini.

Selamat menikmati.

***

Baca lebih lanjut

Teuku Raja Keumangan: “Hari Ini Kami Lebaran.”

Hari ini, Senin (29/8) sebagian warga aceh sudah berlebaran. Mereka adalah murid dan pengikut Alm.ABU HABIB MUDA SEUNAGAN yang berada di Nagan Raya dan diseluruh Aceh.

“Murid dan pengikut Abu seluruhnya mencapai 100 ribu orang,” ujar cucu kandung Abu, Teuku Raja Keumangan via telepon yang kemudian diperkuat dengan pesan singkat.

Land Rover Soekarno
Alm.Abu Habib Muda Seunagan merupakan tokoh Ulama Kharismatik dan juga Pejuang Kemerdekaan. Sebagai pejuang dan atas jasa2nya beliau dianugrahi Bintang Jasa Utama oleh Pemerintah RI serta diberikan 1 mobil Land Rover oleh Presiden Soekarno thn 1958,

Beliau juga seorg Ulama Ahlusunnah Wal Jamaah sekaligus Guru/Mursyid Tharikat Syatariah. Saat ini penerus Abu Habib Muda Seunangan dipegang oleh anak bungsu beliau yaitu Abu Habib Qudrad bin Abu Habib Muda Seunagan.

“Sejak semalam takbir sudah bergema dan doa-doa sudah dipanjatkan untuk keselamatan NKRI, khususnya Aceh,” ujar Teuku Raja Keumangan yang manjadi salah satu bakal calon dalam Pilkada 2011 untuk pemilihan bupati di Nagan Raya.

Idul Fitri, Merdeka dan Damai

[Selamat Idul Fitri bagi murid dan pengikut Tarikat Syatariah – Abu Habib Muda Seunagan yang sudah merayakannya, Senin 29/8]

Eid, Eid ul-Fitr, Idul Fitri, Hari Lebaran, Hari Raya Puasa, atau Uroe Raya adalah hari umat Islam merayakan kemenangan sebagai insan atau hamba karena sudah kembali lagi menjadi diri yang fitri atau suci.

Kemenangan menjadi diri yang suci ini adalah buah dari perjuangan muslim beriman yang berhasil menahan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa di sepanjang bulan ramadhan. Inilah bulan yang disediakan oleh Allah bagi muslim beriman dan sekaligus Allah sendiri yang memberi balasan atau ganjarannya bagi yang berhasil menjalani puasa dengan benar, yakni pemaafan-Nya yang menjadi sebab bagi seseorang kembali menjadi diri yang suci.

Dengan begitu, tidak salah manakala kesucian juga dipahami sebagai wujud kemerdekaan tertinggi dan karena itu sangat wajar manakala menjadi cita-cita semua hamba yang beriman. Manusia yang merdeka adalah hamba yang kembali kepada jati dirinya sebagai insan yang sejak di alam ruhani sudah menegaskan proklamasinya (kesaksian) bahwa Allah lah Rabb yang disembah.

Dan atas dasar proklamasi itulah di alam duniawi –dihidup dan kehidupan ini– ini manusia akan selalu memiliki bakat atau kecenderungan untuk menjadi diri dan orang-orang yang berserah diri di jalan yang hanif dan damai yakni jalan rahmatan lil ‘alamin (islam).

Dengan begitu, Idul Fitri adalah juga sebuah perayaan kemerdekaan yang mendamaikan. Hal ini bukan hanya karena sudah mendapat pemaafan dan ampunan langsung dari Allah melainkan juga karena kesedian untuk menjadi diri yang saling memaafkan dengan sesama hamba Allah. Di sinilah ungkapan “minal ‘aidin wal faizin” – mohon maaf lahir dan batin mendapat relevansinya.

Trilogi Keacehan
Dalam konteks Aceh, perayaan Idul Fitri 1432 Hijriyah tahun 2011 ini menjadi semakin relevan untuk dihayati sebagai Uroe Raya mengingat pada bulan Agustus ini juga dua momentum penting sebelumnya sudah dirayakan, yakni perayaan 66 tahun kemerdekaan RI dan 6 tahun perdamaian Aceh.

Pertemuan tiga momentum penting, merdeka, damai dan idul fitri ini tentu saja sangat bagus untuk dijadikan sebagai trilogi keacehan yang menegaskan kembali watak keacehan semula jadi Ureung Aceh yakni sebagai manusia merdeka, sebagai manusia damai, dan sebagai manusia suci untuk satu tujuan yakni mengembalikan wujud Aceh sebagai negerinya darussalam bagi semua makhluk Tuhan.

Akhirnya, selamat Idul Fitri bagi warga pengikut Tarikat Syatariah Abu Muda Seunagan (29/8), warga Muhammaddiyah (30/8) dan warga NU (31/8) sambil mengucapkan takbir, mari sama-sama kita sambut kemenangan diri dengan ucapan minal ‘aidin wal faizin – mohon maaf lahir dan batin.

3 Pikiran Sesat Tim Sukses, WASPADALAH!

Tim sukses kandidat mestinya kumpulan individu yang berbeda untuk melakukan tugas yang berbeda untuk satu tujuan, memenangkan kandidat yang diusung dalam suatu pemilihan.

Menang dilihat dari waktu dan prosesnya ada dua tingkatan. Pertama, menang dalam artian berhasil merebut perhatian orang ramai, orang bersetuju atau mendukung apa yang ditawarkan, mau diajak serta (berpartisipasi), dan merasa senang dengan ide dan kegiatan yang dibuat kandidat. Kedua, menang dalam arti dipilih dan mendapat suara terbanyak melebihi kandidat lainnya.

Idealnya, kemenangan tingkatan kedua karena konsekuensi kemenangan pertama. Tapi dalam politik, belum tentu yang disenangi dan diikuti akan dipilih. Ada banyak fakta politik membuktikan orang yang popoler (artis misalnya) tidak dipilih meski dia sangat diantusiasi dalam semua kampanyenya.

Dengan begitu, pikiran sesat pertama yang harus diawasi dari tim sukses adalah TERLALU CEPAT MENDEKLARASIKAN KANDIDATNYA.

Kandidat yang terlalu cepat di deklarasikan umumnya terjebak dalam biaya politik tinggi. Untuk menggapai kemenangan dibutuhkan tambahan biaya tidak sedikit berhubung sejak beberapa bulan sebelum deklarasi kandidat sudah harus mengeluarkan uang yang banyak dan akan terus mengeluarkan uangnya setelah dideklarasikan. Deklarasi tidak sama dengan komitmen mendukung. Deklarasi sifatnya publisitas dan komitmen mendukung adalah komitmen diri atau lembaga atau kelompok yang belum diketahui publik. Untuk kandidat yang diusung lewat jalur independen harus sangat berhati-hati karena biaya akan ditanggung sendiri dan atau melalui calo politik yang siap “menerkam” kandidat jika terpilih nantinya.

Pikiran sesat kedua yang harus diawasi dari tim sukses yang kerap menggoda kandidat adalah memainkan “POLITIK DUKUNGAN” atau yang dulu disebut “politik surat tupee.” Pernyataan dukungan tentu sangat menggoda kandidat tapi tidak ada satu bukti ilmiah yang menyatakan bahwa semakin besar pernyataan dukungan maka semakin besar peluang kemenangan. Kemenangan model ini biasanya ditentukan oleh kekuasaan yang otoriter. Dalam praktek dibawah tanah terbukti kalau “politik surat tupee” lebih banyak dipakai untuk mendapat keuntungan finansial belaka. Kandidat memainkan ini untuk mencari sponsor atau tim sukses sendiri yang sedang menjadikan ini sebagai “proposal anggaran.”

Pikiran sesat ketiga yang juga harus diwaspadai adalah SARAN UNTUK MENYERANG KANDIDAT LAIN. Artinya, jika ada tim sukses yang menyarankan untuk menyerang kandidat lain oleh kandidat sendiri maka itu satu kesalahan fatal dan sifatnya sangat spekulatif. Semua ahli pemenangan kandidat tidak menyarankan untuk menyerang kandidat lain. Saran utama terkait kandidat lain adalah agar tim sukses memahami “keagungan insani” semua kandidat lainnya agar bisa menemukan “keagungan insani” kandidat sendiri.

Jika siapa saja yang menemukan salah satu atau ketiga hal ini maka anda berkewajiban untuk mengatakan secara terus terang kepada kandidat dimaksud agar segera melakukan perombakan tim sukses. Jangan lakukan saran ini jika anda bagian dari orang yang mau “mengorek” kantung kandidat, melihat kandidat jatuh, atau sudah muak ikut politik yang tidak cerdas. WASPADALAH!