Category Archives: The Atjeh Post

“Kitab Baten Lelaki Sunyi” Risman di The Atjeh Post

“Jika tanganku adalah tanganmu maka tiada daya aku kecuali atas izinmu.”

Risman A Rachman hanya sosok “pinggiran” di Aceh. Karena itu sulit ditemukan keberadaannya di berbagai hiruk pikuk sosial-politik Aceh. Maka wajar saja manakala ada yang menyatakan ia hanya “lelaki sunyi” yang berdiam di rumah kesunyian keacehan. Ia ada tapi menjadi sosok yang “tiada” dalam ingatan celoteh keramaian keacehan.

Meski begitu, di lorong-lorong sunyi itu pula ia membaca “kitab baten” negeri Serambi Mekkah yang kerab terabaikan oleh mata kepala. Dan, inilah sebahagian bacaan batinnya melalui The Atjeh Post yang kemudian “terbang” untuk hinggap di dahan hati yang diam-diam membuka ruang jiwa. Selamat menikmati.

Baca lebih lanjut

Sang Wali

Orang-orang, dari segenap arah penjuru mata angin, terus saja datang, untuk satu tujuan, mendapat berkah dari Sang Wali. Sejak itulah politik wali mulai berkembang dan akhirnya melembaga. Untuk apa lagi jika bukan untuk memastikan agar berkah terus mengalir.

Tampaknya, pemandangan nyaris sama di semua musim. Mereka yang datang sudah cukup bahagia, walau hanya sekedar bisa menatap wajahnya. Tentu akan lebih bahagia jika bisa bertemu. Kata orang, ada cahaya keberkatan, yang memancar dari raut wajah dan suaranya.

Hebatnya, tak ada yang merasa harus marah jika tidak bertemu. Bahkan mereka siap menyalahkan diri sendiri. Malah ada yang memilih untuk tidak bertemu. Soalnya ada isu kalau tidak semua orang mau ditemui oleh Sang Wali. Katanya, orang yang “kotor” tidak akan disalami oleh Sang Wali. Selengkapnya