Tag Archives: peaceheart

Buku peACEHeart – Ayat-ayat Serambi Cinta

Sebuah buku berjudul “peACEHeart – Ayat-ayat Serambi Cinta” karya Risman A. Rachman akan segera diluncurkan. Buku ini merupakan sebuah kitab baten yang dituangkan sebagai tafsir dari kesunyian Sang Pejalan Sunyi.

Image

 

Risman A. Rachman

Pria kelahiran Meulaboh, Aceh ini lebih dikenal sebagai Penulis Mistikus Aceh karena tulisan-tulisannya yang kerap melampaui ruang imajinasi dan baru tertangkap maksudnya manakala dibaca setelah melakukan taharah hati.

Setiap kata yang diuraikannya memiliki cinta dan oleh karena itu, tidaklah mengherankan bila setiap katanya mampu meresap ke setiap jantung dan hati siapa pun yang membacanya. Membuat semua menjadi bergetar dan ruang batin pun terasa penuh.

Ciri khas pemilihan kata dan kalimat serta cara penulisannya merupakan pertanda originalitas pemikiran dan karya yang dihasilkan.

Kata Production merekamnya dan dengan sepenuh cinta mempersembahkannya untuk dunia.

KATAPro

Humor Sufi Aceh: Kompasianer Kompetitor Tuhan

HISAB 05| Kompasianer memang beda! Selain bisa menjadi pelapor (pewarta) bisa juga menjadi pelopor. Lebih dari itu, kompasianer banyak juga yang mampuni sebagai analisator. Dasyatnya lagi, banyak kompasianer yang menjadi kompetitor bagi banyak pihak. Kabarnya, juga menjadi kompetitor Tuhan?! Apa benar?!

wisnu nugroho -sengaja nulis tanpa huruf kapital- itu bisa disebut sebagai pelapor (pewarta) dan sekaligus contoh pelopor yang lagi keren. Dua buku terkininya terkait pak beye, kabarnya,  sedang laris manis. Untung saya tidak kenal dengan wisnu. Kalau kenal, bisa geer dan langsung minta buku plus tanda tangan. Salut, karena dengan dua bukunya semakin menambah gairah para blogger untuk menulis lebih serius lagi yang pada gilirannya menjadi lebih bagus lagi.

Di samping itu, ada banyak kompasianer yang menjadi analisator handal. Misalnya, Pak Pray, Pak Chappy dan Bu Mariska alias Mbak ML yang sebelumnya masing-masing sudah menerbitkan buku. Pak Pray dengan intelijennya. Pak Chappy dengan cat rambut orang yahudi dan pesawat terbangnya. ML dengan seks dan pemimpin-nya. Analisis ketiga sosok kompasianer ini sangat ditunggu untuk dibaca dan dikomentari.

Apakah kompasianer hanya sekedar pelapor, pelopor dan analisator saja? Tentu saja, tidak! Kompasianer adalah juga para kompetitor yang dasyat. Dasyat bukan hanya karena berpotensi “mengalahkan” anggota DPR, Jaksa, Polisi, KPK dan juga office boy dalam soal debat. Bang ASA, yang dulu dikenal dengan panggilan Baginda dan juga Faizal Asegaf bisa disebut sebagai kompasianer dengan semangat kompetitor tinggi. Tulisan mereka siap mendebat sekaligus “mendobrak” siapa saja.

Baca lebih lanjut

Humor Sufi Aceh: Surat Perempuan Bercadar

HISAB 04| “Ambillah. Selimuti hatimu dengan cadar ini. Aku harus pergi dari pandanganmu. Cadar ini menjadi saksi kalau memang aku pernah mencintaimu. Maaf, aku lebih memilih untuk berjalan di atas keyakinanku. Selamat tinggal.”

Tiga tahun sudah berlalu. Tapi samudera yang menghadap ke Penang, Malaysia belum juga berubah. Juga gelombang yang dulu menjadi saksi kesedihan sebuah perpisahan.

Malek masih menyimpan cadar dari perempuan yang dulu membuatnya jatuh cinta pada pandangan-pandangan moderatnya tentang agama. Setiap kali Malek kembali ke pantai ini cadar perempuan itu selalu dia bawa.

Tapi, cadar itu juga yang menjadi tanda perpisahan pandangan antara Malek dan Saiza Malaika Dewi, yang oleh Malek dipanggil Sa,  dalam soal hidup dalam kaitannya dengan pandangan-pandangan keagamaan.

Malek masih ingat ketika Sa mengabarinya untuk memakai cadar sebagai kesatuan dari pakaian kewanitaannya sebagai muslimah dan sekaligus mengabari maksudnya untuk membatasi pergaulan dalam batasan yang menurutnya agar terhindar dari fitnah dan godaan syetan.

Baca lebih lanjut

Humor Sufi Aceh: Kotbah Cinta

HISAB 03: Orang-orang sudah ramai berdatangan di Bukit Cinta. Sebahagian lainnya masih terus menembuh bukit yang pemandangannya penuh hutan hijau di sebelah kanan dan samudera laut biru di sebelah kiri jalan.

Ada yang sengaja singgah sejenak untuk merasakan harum kisah percintaan segitiga pohon, udara dan tanah. Aroma wangi dan desah cinta alam itu masih bisa dilihat dari bulir air yang masih melekat di kulit pohon yang gagah atau di permadani rumput hijau.

Ada pula yang duduk sejenak memandang biru laut yang tenang seakan tak pernah tahu akan riwayat rindu daratan padahal pucuk daun senantiasa melambai.

Meski pakaian tidak seragam namun hati semua insan yang berbeda kelamin, usia, wajah, tempat sama yakni menuju bukit cinta. Bukit tempat semua manusia mendengar kembali khotbah dengan suara cinta di hati. Inilah kenapa kemudian disebut Khotbah Cinta.

Tidak ada pidato dengan teks kitab suci plus tafsir penceramah. Tidak ada simbol-simbol atau panji-panji yang menunjukkan identitas. Semua lebur di satu jalan, yakni Jalan Lurus mendaki Bukit Cinta.

Semua sudah berkumpul tanpa azan. Semua sudah menundukkan wajah tanpa nyanyian. Suara hati adalah panggilan suci, suara alam adalah nyanyian kekusyukan. Semua tunduk pada hati yang terbimbing.

Engkaulah rabb kau,” bisik hati-hati yang pasrah.

Baca lebih lanjut

Humor Sufi Aceh: Mengkudeta Tuhan

HISAB 02: Banyaknya benturan antar umat beragama yang terjadi akhir-akhir ini membuat Gubernur Aceh merasa perlu berdialog dengan pemuka agama, termasuk dengan Sufi Aceh, Teungku Malek Daud.

Maka, Gubernur Aceh yang baru saja pulang dari rapat koordinasi dengan Pemerintah Pusat langsung memerintahkan ajudannya untuk mencari dan membawa Sufi Aceh ke Pendopo Gubernur.

Agar lebih cepat, sang ajudan menelepon orang-orang yang dianggap mengetahui posisi terkini Teungku Malek. Tapi, sebelum ajudan menelepon, Sang Gubernur bertanya: “Kamu pakai teknologi komunikasi apa? Jangan pakai jaringan ‘T’. Nanti error lagi.”

Assalamu’alaikum, Teungku. Pu haba. Semoga sehat.”

Alhamdulillah. Semoga bapak juga sehat ya. Pu na gerangan sehingga saya dipanggil? Adakah yang bisa saya bantu?”

“Benar, Teungku. Saya punya hajat besar untuk memastikan konflik tidak terjadi lagi di Aceh….”

“Pak Gub. Mandum ada jalan keluarnya. Insya Allah.”

“Syukurlah. Jika begitu, saya serahkan semua kepada Teungku untuk merumuskan kebijakan dalam hal pelaksanaan peribadatan umat beragama di Aceh.”

Baca lebih lanjut

Humor Sufi Aceh: Serambi Vatikan

HISAB O1: Seorang Sufi Aceh bernama Teungku Malek Daud mendatangi media dan kepada tim redaksi salah satu media lokal manyampaikan usulan:

“Saya punya niat mau menjadikan Aceh sebagai Serambi Vatikan.”

Awak tim redaksi yang umumnya orang Aceh tentu saja sangat terkejut dengan wacana yang baru saja di dengar. Bagaimana mungkin Aceh yang dikenal Serambi Mekkah diganti jadi Serambi Vatikan?!

Pimpinan redaksi yang tadinya ikut menyambut kedatangan sang sufi Aceh juga hanya bisa diam. Sesekali ia mencoba mencari tahu apa latar sang sufi mau menjadikan Aceh sebagai Serambi Vatikan. Tapi, semakin dipikir justru semakin membingungkan. Karena itu, ia memutuskan untuk bertanya saja:

Baca lebih lanjut